Pergelaran Wayang Kulit “Sesaji Raja Suya” Meriahkan Dies Natalis ke-45 Untidar

GELAR WAYANG : Universitas Tidar menggelar pertunjukkan wayang kuli dalam rangkaian dies natalis (Dok Humas UNTIDAR)

KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) Universitas Tidar menyelenggarakan pergelaran wayang kulit Lakon “Sesaji Raja Suya” dengan Dalang Catur Benyek, Sabtu (11/05/2024). Pergelaran wayang kulit ini dalam rangka Dies Natalis ke-45, digelar di pelataran Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo.

Dalam sambutannya, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan Untidar mempunyai komitmen menjadi kampus integratif.

“Harapan besar bagi kami Untidar menjadi pusat kegiatan kemahasiswaan dimana membentuk karakter mahasiswa yang mempunyai jiwa nasionalis religius,” tuturnya.

Pergelaran wayang kulit yang perdana diselenggarakan di Kampus Sidotopo, Untidar ini terselenggara dengan dukungan dari Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKPMK) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia serta Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). Pertunjukan rakyat ini diharapkan dapat menjadi media dalam penguatan karakter Pancasila khususnya penguatan karakter dan budaya di era digital.

Mewakili Direktur IKPMK Kementerian Kominfo Bambang Dwi Anggono, Wiadji C menyampaikan bahwa di era digital yang sudah serba canggih dan berkembang seperti saat ini timbul tantangan yang semakin kompleks dalam membangun karakter bangsa Indonesia.

“Namun, sesuai yang diatur dalam Pembukaan Undang- Undang dasar 1945 yang menyatakan bahwa Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, maka dari itu Pancasila menjadi landasan yang kuat untuk membangun karakter bangsa yang Tangguh di era digital ini,” tutur Wiadji.

Pada pertengahan pertujunjukan wayang, Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila, Badan Pembina Ideologi Pancasila, Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP., MPD bersama Rektor Untidar menyampaikan pandangannya mengenai bagaimana membangun karakter Pancasila.

“Ijinkan saya menanggapi pertanyaan Pak Rektor, bagaimana membangun karakter nasionalis sekaligus religius khususnya pada anak-anak muda saat ini. Faktanya para nasionalis sebelum menyusun dasar negara atau kegiatan lain dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia apa yang mereka dilakukan? Berdoa,” jelas Dr. Irene.

Menurutnya, Pancasila, dasar negara kita telah ditetapkan dengan 4 nilai nasionalis dan 1 ketuhanan. Presiden Soekarno menyampaikan bahwa Indonesia itu berbeda bahwa kita adalah sekumpulan orang-orang menderita bersama yang mempunyai tujuan merdeka.

“Bukan bagaimana membangun nasionalisme dan ketuhanan namun dari awal dasar negara kita sudah dibangun atas 2 nilai tersebut. Maka itu Pancasila ditetapkan atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didororong keinginan luhur. Pancasila itu sumber dari segala sumber hukum. Yang dibutuhkan anak jaman sekaran adalah belajar tentang jas merah, belajar tentang sejarah,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Rektor Untidar bekesempatan meresmikan Pusat Studi di lingkungan Universitas Tidar bersama dengan Kepala LPPM, Dr. Eny Boedi Orbawati. Pergelaran wayang semakin meriah dengan goro-goro oleh  Anik Blorong dan Gatot Sujarno. Pagelaran yang dihadiri keluarga besar Untidar dan masyarakat Magelang ini berakhir pada pukul 3 dini hari (aha/had)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)