Warga Potrosaran Peringati HPN 2022 dengan Mengarak Pena Wartawan

Foto: Freddy Uwek/wartamagelang.com

Kirab Pena Wartawan yang dilangsungkan dari halaman Padepokan Gunung Tidar menuju Jalan Pahlawan, Jalan Raden Saleh, Jalan Abdullah, tanggul Kali Kota, dan berakhir di Panggung Bengung. Kamis, 10 Februari 2022. Foto: Freddy Uwek/wartamagelang.com

MAGELANG (wartamagelang.com) – Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari,  masyarakat Kampung Potrosaran RT3/ RW1 Kampung Potrosaran, Potrobangsan, Magelang Utara selalu ikut memperingati HPN selama sewindu ini.

Dengan diketuai ES Wibowo dari Padepokan Gunung Tidar, seorang penyair dan budayawan sebagai inisiator, Pena Wartawan mulai diarak di tanggul kali Tengah sampai ke Panggung Bengung yang berjarak sekitar 200m, pada pukul 10:00 WIB, hari Kamis, 10 Februari 2022.

Kemudian di Panggung Bengung, ES Wibowo mulai melantunkan Geguritan yang berjudul  “Kalawarti Pertiwi”.

“Warta Adidaya Ngarumake Pertiwi

Dipikul dhuwur kaluhurane dipendhem jero asore

Langit bapa angkasa bumi ibu pertiwi

Langit bumi jiwa raga nusantara jaya sentosa”

Sebelum kirab, terlebih dahulu dilakukan acara seremonial pemotongan tumpeng tanda syukuran HPN oleh Staf Ahli Wali Kota Magelang, Machbub Yani Arfian  yang mewakili Wali Kota Magelang dan kemudian potongan tumpeng diserahkan kepada Wiwid Arif Setyoko, Ketua PWI Kota Magelang.

Kirab Pena Wartawan yang dilangsungkan dari halaman Padepokan Gunung Tidar menuju Jalan Pahlawan, Jalan Raden Saleh, Jalan Abdullah, tanggul Kali Kota, dan berakhir di Panggung Bengung. Kamis, 10 Februari 2022. Foto: Freddy Uwek/wartamagelang.com

Penyerahan potongan tumpeng dari  Staf Ahli Wali Kota Magelang, Machbub Yani Arfian yang mewakili Wali Kota Magelang, kepada Wiwid Arif Setyoko, Ketua PWI Kota Magelang. Kamis, 10 Februari 2022. Foto: Freddy Uwek/wartamagelang.com

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan oleh Staf Ahli Wali Kota Magelang, Machbub Yani Arfian mengatakan, kegiatan jurnalistik yang dilakukan insan pers tak sekadar menulis berita. Lebih dari itu mereka juga punya tanggung jawab menjaga masyarakat dengan menyajikan berita sesuai fakta.

“Di tengah kondisi saat ini, pikiran kritis insan pers dapat menjadi penyambung informasi terpercaya mengenai kinerja pemerintah, sehingga dapat memacu optimisme masyarakat,” kata Machbub.

ES Wibowo sendiri menambahkan, tahun ini merupakan tahun spesial karena tepat sewindu gelaran peringatan HPN oleh warga Potrosaran, dan dengan mulai diaraknya Pena Wartawan, pena khusus dan sakral yang selalu di bawa ketika kirab budaya, tapi baru ditunjukkan ke publik pada tahun ini.

“Pena ini spesial karena saya dapatkan melalui perjalanan rohani yang panjang dari satu masjid agung ke masjid agung lainnya, dan dari satu makam wali ke wali lainnya di Jawa Tengah. Pada suatu ketika, ada seseorang yang memberikan pena ini ke saya dan saya namakan ini Pena Wartawan,” ucap ES Wibowo.

Dijelaskannya, Pena Wartawan ini mulai tahun ini, menjadi simbol yang harus dibawa saat kirab budaya. Kirab akan dilangsungkan dari halaman Padepokan Gunung Tidar menuju Jalan Pahlawan, Jalan Raden Saleh, Jalan Abdullah, tanggul Kali Kota, dan berakhir di Panggung Bengung.

“Ini yang menjadi sakral, pena akan kita keluarkan satu tahun sekali saat peringatan HPN dan kirab budaya. Pena ini sekaligus penanda kecintaan dan apresiasi warga Potrosaran kepada wartawan dan pers yang senantiasa memberitakan hal baik tentang bumi pertiwi,” pungkas ES Wibowo. (wq)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)