Rayakan Dies Natalis ke-47, UNTIDAR Usung Tema Vidya Loka Adhikarya

SAMPAIKAN KETERANGAN : Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto menyampaikan keterangan kepada awak media tentang rangkaian Dies Natalis ke-47 (Dok Humas UNTIDAR)
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar rangkaian perayaan Dies Natalis ke-47. Perayaan kali ini mengangkat tema “Vidya Loka Adhikarya” yang berarti Ilmu Berdampak bagi Peradaban.
Ketua Panitia Dies Natalis, Muhammad Daniel Fahmi Rizal dalam konferensi pers di hadapan awak media, Selasa (28/04/2026), mengatakan, perayaan tahun ini menekankan pada penguatan jati diri, pelestarian budaya, serta kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kata Daniel, dipercaya menjadi tuan rumah pada periode ini. Pemilihan tema tersebut diselaraskan dengan visi Untidar untuk unggul dalam kebudayaan dan kewirausahaan.
“Kami ingin Dies Natalis kali ini benar-benar ‘nguri-uri’ budaya. Itulah sebabnya banyak agenda yang kental dengan nuansa kesenian dan spiritualitas, sebagai upaya memperkuat akar jati diri Untidar,” ujar Daniel
Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak 11 Maret lalu dengan Khotmil Qur’an sebanyak 47 kali, sesuai usia Untidar serta pengajian bersama Gus Yusuf. Sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, panitia juga melakukan ziarah ke makam Rektor terdahulu yaitu Prof. Soepanji di Solo serta juga berkunjung ke kediaman Rektor saat penegerian Untidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf.
Puncak seremoni akademik akan dilaksanakan melalui Sidang Senat Terbuka pada 5 Mei di Kampus Tuguran. Acara ini akan diisi orasi ilmiah oleh tokoh nasional Prof. Komaruddin, serta direncanakan dihadiri oleh Ketua Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Selain agenda formal, UNTIDAR menyajikan pertunjukan seni yang unik, yakni Pentas Ketoprak pada 8 Mei, dimana kolaborasi antara dosen FKIP dan seniman Temanggung yang diproduseri langsung oleh Rektor UNTIDAR.
“Naskah ditulis oleh Ibu Pawitri dan disutradarai oleh Agus Purwoko dari Putri Sekar Langit Temanggung,” sebutnya.
Daniel menerangkan, kegiatan selanjutnya yakni penanaman pohon, sebagai simbol penanaman ilmu. Sebanyak lima Guru Besar UNTIDAR akan melakukan penanaman pohon di Kampus Sidotopo.
Tahun ini, UNTIDAR memperkenalkan Festival Literasi pada 7-10 Juni mendatang yang menjadi sejarah baru dalam rangkaian Dies Natalis. Agenda ini meliputi peluncuran buku karya akademisi serta pameran seni dan sastra.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, UNTIDAR berkomitmen membuat perayaan kali ini lebih inklusif bagi masyarakat Magelang dan sekitarnya melalui penyelenggaraan Expo Kompetisi & Kewirausahaan Nasional pada 10-11 Juni. Kemudian UNTIDAR Run 9.1K, ajang olahraga sekaligus branding kampus kepada publik. Dilanjutkan dengan Seminar Kebangsaan & Sharing Alumni pada 3 Juni. Lalu event Tidar International Conference sebagai strategi agar kampus semakin dikenal di kancah global sebagai agenda terakhir rangkaian Dies Natalis.
Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, menekankan pentingnya mengingat sejarah transisi dari UTM menjadi PTN yang kini menginjak usia 12 tahun.
“Kami sedang menguatkan akar kesejahteraan dan Untidar Value. Salah satu langkah simbolisnya adalah penamaan gedung-gedung kampus menggunakan nama tokoh-tokoh yang berjasa bagi perjuangan Untidar, dimulai dari Gedung HR Suparsono,” tuturnya.
“Pameran seni oleh para akademisi ini adalah puncak keilmiahan. Seorang pakar dianggap matang secara filsafat jika sudah mampu menghasilkan nilai estetika,” tambahnya (had/aha)
