UNTIDAR Berikan Bantuan Mesin Pencuci Wortel untuk Kelompok Tani di Dieng

BERIKAN BANTUAN : Program Studi Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur Universitas Tidar memberikan bantuan mesin pencuci wortel kepada petani Dieng (Dok Humas UNTIDAR)

WONOSOBO (wartamagelang.com) Program Studi Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur Universitas Tidar (UNTIDAR), memberikan bantuan mesin pencuci wortel kepada petani di Desa Dieng, RT.4/RW1, Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Mesin yang memiliki kapasitas 180 kg/jam ini, untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Pemberian bantuan Ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur Universitas Tidar (UNTIDAR). Kegiatan ini dimotori oleh Ir. Sigit Joko Purnomo, dan Herru Santosa Budiono.

Program Studi Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur Universitas Tidar (UNTIDAR), Sigit Joko Purnomo, mengatakan, sebelumnya para petani wortel di daerah Desa Dieng masih melakukan pencucian hasil pertanian dengan cara manual. Menurutnya, hal tersebut dirasakan kurang efektif karena menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

“Adanya pengabdian dalam bentuk hibah mesin pencuci wortel ini diharapkan mampu mempersingkat proses pencucian wortel dan menekan biaya produksi,” katanya.

Sigit menuturkan, mesin pencuci ini merupakan hasil karya tugas akhir mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Tidar, Bayu Afriyanto dan diserahkan pada 20 September 2023 lalu. Selain pemberian hibah mesin pencuci wortel, menurut Sigit, diadakan pula pelatihan cara menggunakan mesin pencuci wortel dan penjelasan mengenai mesin pencuci wortel yang dibuat.

“Sehingga nantinya ilmu tersebut dapat berkembang lebih luas lagi dan warga Desa Dieng menjadi sentra pertanian yang maju serta paham teknologi,” imbuhnya.

Widiyanto, Sekretaris dari kelompok tani Pusaka Jaya Farm berharap, kegiatan pengabdian ini mampu memberikan solusi dari masalah yang di alami oleh para petani serta meningkatkan minat dan wawasan masyarakat khususnya dalam bidang pertanian.

“Kegiatan ini juga dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Ketua Karang Taruna Desa Dieng Wetan, Nur Saefudin, mengaku, pemberian hibah mesin pencuci wortel ini sangat membantu pihaknya. Sebelumnya, kata Nur, pihaknya mencuci wortel masih menggunakan alat manual dan tenaga yang digunakan setidaknya 2-3 orang.

“Hal itu memakan waktu yang lama dan biaya produksi yang tidak sedikit. Dengan menggunakan alat ini kami bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya serta dapat meningkatkan jumlah produksi kami,” tukasnya (coi/aha)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)