Pembukaan Pameran Seni Rupa di Loka Budaya Kota Magelang

Pameran dibuka pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2026 pukul 16.00 WIB oleh Novo Indarto, di Loka Budaya Kota Magelang. Foto: Dok Panitia
Magelang (wartamagelang.com) – Masyarakat Kota Magelang mendapatkan lagi sajian seni rupa. Pada tanggal 2 Mei hingga 15 Mei 2026, di Loka Budaya Kota Magelang diadakan Pameran Seni Rupa bertajuk <dikotomi>.
Perupa yang memamerkan karyanya adalah Umar Iswadi Gundul dan Victorya Christiani Margareth.
Keduanya mengusung aliran abstract dengan gayanya masing – masing. Umar memiliki ciri khas “ngarsitek” yang tak pernah lupa menyertakan sedikit atau banyak unsur garis membentuk ruang, sementara Victorya lebih sering menggunakan teknik leleran, sapuan tertentu, dan kadang splash yang lebih mencerminkan tuangan ekspresi diri.
Tema <dikotomi> dipilih karena mewakili kedua perupa, dimana perbedaan yang mencolok (perbedaan umur, suku, agama, karakter, gender, dan pola pikir) bisa menjadi harmoni dan disatukan dalam seni.
Salah satu hal yang disayangkan adalah, pameran ini merupakan pameran terakhir Umar Iswadi Gundul karena selanjutnya akan “pensiun.”
Dipandu Master of Ceremony kenamaan Vinna Jenny, pameran dibuka pada hari Sabtu tanggal 2 Mei 2026 pukul 16.00 WIB oleh Novo Indarto, ketua komunitas seni rupa Java | Talk through Art yang juga seorang sejarawan Kota Magelang.
Turut hadir dalam pembukaan adalah Evin Septa Kamil, Ketua DPRD Kota Magelang yang selalu memberikan dukungan pada perkembangan seni budaya.
Selain itu hadir pula para sesepuh seni Kota Magelang, termasuk para seniman rupa, tari, musik, dan para pegiat komunitas.
Sejumlah seremoni ditampilkan yaitu penyampaian kurasi oleh Kury Yusuf, pentas tari oleh Lyra de Blauw, dan pembacaan puisi oleh Hudi Danu Wuryanto.
Setelah sepatah dua patah kata, pembukaan ditandai dengan pemotongan pita. Para tamu lalu masuk ke dalam dua ruangan di sisi barat Loka Budaya. Satu per satu lukisan “yang tak biasa” berusaha dimaknai satu per satu.
Duo seniman yang berpameran, Umar dan Victorya, setia menjelaskan lukisan mereka sekaligus memberikan wawasan bagi masyarakat awam.
Ketua DPRD Evin Septa Kamil juga mengamati lukisan dengan sabar sembari memberikan respon. Setidaknya ada dua lukisan yang temanya menarik hati beliau.
Pemusik Agus Intro menjentikkan jari – jarinya di gitar dengan nada – nada indah untuk menghibur penonton pameran. Tak lama Danu Sang Bintang menyumbangkan lagu – lagu melankolisnya sehingga para hadirin tak kuasa beranjak dari kursinya.
Karya Umar Iswadi dan Victorya bisa disaksikan tiap hari. (novo with wq)
