51 Gerai KDKMP di Magelang Raya Resmi Beroperasi

PERESMIAN KDMP : Bupati Magelang Grengseng Pamuji bersama Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol Inf Afrizal Rahman saat acara peresmian gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP Desa Pancuranmas (Dok Prokompim Kab Magelang)
MAGELANG (wartamagelang.com) – Sebanyak 51 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Magelang Raya resmi mulai beroperasi. Peresmian ini bersamaan serentak secara nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui pusat kegiatan di Kabupaten Nganjuk, Jumat (16/5/2026).
Peresmian di wilayah Magelang dilaksanakan melalui video conference dari Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang dan Kelurahan Wates, Kota Magelang. Peresmian tersebut menjadi bagian dari percepatan pembentukan koperasi desa berbasis ekonomi kerakyatan yang digagas pemerintah pusat.
Di wilayah Magelang Raya, gerai yang mulai beroperasi terdiri atas satu titik di Kota Magelang dan 50 titik lainnya tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang.
Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengatakan, program KDKMP di wilayah DIY dan eks-Karesidenan Kedu terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, terdapat sekitar 2.000 koperasi yang tengah berproses, dengan 464 di antaranya telah mencapai tahap penyelesaian 100 persen.
“Di Magelang ada 51 titik dan di Purworejo 52 titik yang hari ini sudah berjalan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, dan masyarakat desa yang telah mendukung, terutama dalam penyediaan lahan dan percepatan pembangunan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendampingan terhadap koperasi tidak berhenti pada tahap pembangunan fisik semata, namun juga menyangkut penguatan pengurus dan keberlanjutan usaha koperasi agar mampu berjalan secara mandiri di desa.
“Pendampingan akan terus dilakukan, baik terhadap progres pembangunan yang belum selesai maupun terhadap pengelolaan koperasi agar benar-benar berjalan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Yuniar juga mendorong setiap koperasi menggali potensi unggulan di wilayah masing-masing agar memiliki identitas dan daya saing tersendiri. Konsep keunggulan komparatif desa, menurutnya, menjadi kunci agar koperasi mampu berkembang dan memperluas pasar produk lokal.
“Setiap daerah pasti punya local wisdom dan produk unggulan. Seperti di sini ada cobek khas yang nanti bisa dikembangkan. Daerah lain juga punya keunggulan masing-masing yang menjadi pembeda antar koperasi,” jelasnya.
Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol Inf Afrizal Rahman mengatakan seluruh gerai yang diresmikan saat ini sudah siap beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat. Mayoritas gerai bergerak di sektor pangan dan perdagangan kebutuhan pokok.
“Rata-rata bergerak untuk pelayanan masyarakat, mulai dari jual beli kebutuhan pokok dan pangan. Distribusi barang juga sudah mendapat dukungan dari Bulog maupun Agrinas,” ucapnya.
Afrizal menyebutkan, target pembangunan KDKMP di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang mencapai 258 titik. Hingga saat ini, sebanyak 106 gerai telah selesai dibangun dan siap operasional, sedangkan 152 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“Target paling akhir Agustus seluruh titik selesai. Tapi kalau memungkinkan, Juli sudah bisa rampung semuanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan gerai koperasi yang dimotori Kodim 0705/Magelang. Ia berharap KDKMP dapat menjadi penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal masyarakat.
“Kami dari Pemda menyambut positif dan mengucapkan terima kasih kepada Pak Dandim yang telah memotori pembangunan koperasi desa ini,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di sejumlah desa, terutama terkait ketersediaan lahan dan lokasi strategis untuk pembangunan gerai koperasi.
“Ada beberapa desa yang memang belum memiliki tempat. Ini nanti akan kami kolaborasikan sambil menunggu kebijakan dari pemerintah pusat maupun Kementerian Koperasi, apakah memungkinkan bergabung dengan desa lain atau menggunakan skema lainnya,” tandasnya (ang/aha)
