Kota Magelang Raih 18 Emas, 15 Perak, 21 Perunggu Porprov XVII Jateng 2026

BERKESEMPATAN HADIR : Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berkesempatan hadir dan memonitoring kontingen dalam PORPROV XVII di Semarang Raya (Dok Humas KONI Kota Magelang)

KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Kontingen Kota Magelang telah selesai berjuang selama lebih kurang sepekan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah di Semarang Raya, 25-30 Oktober 2026. Perjuangan mereka pun mendapat hasil sebanyak 54 medali, terdiri dari 18 medali emas, 15 perak, dan 21 perunggu serta menempati peringkat 17 dari 35 Kota/Kabupaten di Jawa Tengah.

Ketua Umum KONI Kota Magelang, Ali Sobri Sungkar merasa bersyukur telah mengikuti ajang setiap empat tahun sekali ini dengan lancar tanpa ada kendala berarti. Ia pun bersyukur dengan hasil yang diraih dengan adanya peningkatan di jumlah perolehan medali emas dibanding event serupa tahun 2023 di Pati Raya lalu.

“Kami bersyukur ada tambahan empat medali emas di Porprov edisi kali ini. Meskipun sebenarnya tidak memenuhi target kami yang sebanyak 20-24 medali emas dan perbaikan peringkat dari 16 ke 14 atau 12 Jawa Tengah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan tidak tercapainya target ini, di antaranya beberapa cabang olahraga yang diunggulkan meraih medali emas atau diprediksi dapat menyumbangkan lebih medali emas ternyata meleset. Seperti cabor renang, sepatu roda, menembak, sambo, tarung derajat, tinju, muaythai, dan kempo serta taekwondo.

“Cabor renang dan menembak kita gagal meraih emas, karena atlet renang unggulan kita mengalami cidera sesaat sebelum berangkat ke Porprov. Lalu menembak, kita gagal mendapat emas, padahal saya tau persis perjuangan atlet kita luar biasa,” katanya.

Untuk cabor tarung derajat, Ali menyebutkan, salah satu atlet andalan Kota Magelang mengalami cidera di jari sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan. Cabor ini pun hanya mampu menyumbangkan satu dari dua medali emas yang ditargetkan.

“Kami sudah menghitung kekuatan kita baik saat BK Porprov maupun kesiapan sebelum berangkat Porprov dan perkiraan mampu meraih 20-24 medali emas. Tapi, namanya olahraga di lapangan bisa saja hasilnya berbeda,” tuturnya.

Meski beberapa unggulan tidak mencapai target, tapi Ali melihat ada kejutan di cabor lain. Seperti balap motor yang berhasil meraih medali emas setelah lama puasa medali.

“Saya tahu persis perjalanan atlet balap motor kita dan saat ini memang berhak dia mendapatkan medali emas. Saya juga terkesima dengan barongsai kelas tradisional yang meraih medali emas nilai sempurna,” jelasnya.

Atas hasil ini, Ali sangat mengapresiasi perjuangan para atlet, pelatih, official, dan tim monitoring saat pelaksanaan Porprov XVII Jawa Tengah. Termasuk support Pemkot Magelang, terutama Wali Kota Magelang Damar Prasetyono beserta jajaran yang menyempatkan hadir di cabor angkat berat. Bahkan, Damar berkesempatan mengalungkan medali kepada atlet Kota Magelang yang meraih medali emas.

Turut mendampingi Wali Kota, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Magelang, Chrisatrya Yonas Nusantrawan, dan Kabid Olahraga Disporapar Awan sert Rajasa.

“Kami berterima kasih juga kepada seluruh masyarakat Kota Magelang yang sudah mendukung perjuangan para patriot olahraga ini. Evaluasi dari KONI pasti, apalagi untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah pada Porprov XVIII Jawa Tengah tahun 2030 di Kedu Raya mendatang dengan harapan bisa masuk peringkat 5 Jawa Tengah,” paparnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dewan Penyantun di bawah ketua Slamet Santosa alias HK yang telah mendukung penuh para atlet berjuang di Porprov Jateng ini. Segenap anggota Dewan Penyantun dan juga Dewan Kehormatan turut monitoring ke beberapa cabor untuk memberikan semangat kepada para atlet dan official.

“Meskipun sedang berada di luar negeri, beliau tetap memonitor dan memastikan tim monitoring dari unsur Dewan Penyantun berangkat menuju Semarang tanpa menggunakan anggaran dari KONI. Bahkan, pak HK mempersilahkan atlet atau official dan pengurus KONI untuk memakai kendaraannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengaku bangga dengan perjuangan para atlet dan merasa bersyukur dengan hasil yang diraih. Perjalanan menuju Porprov dinilainya tidak mudah dan patut mendapat apresiasi tinggi.

“Saya hadir langsung di upacara penutupan Porprov XVII Jawa Tengah di Kabupaten Kendal dan alhamdulillah Kota Magelang meraih 18 emas. Prestasi yang patut kita syukuri dan banggakan,” ucapnya.

Damar juga mengaku surprise karena Kota Magelang akan menjadi salah satu tuan rumah gelaran Porprov XVIII Jawa Tengah tahun 2030 bersama kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, Wonosobo, dan Kebumen. Ia pun mengajak seluruh stakeholder dan elemen masyarakat untuk mendukung Kota Magelang sebagai tuan rumah ajang bergengsi tersebut.

“Mari kita dukung gelaran tersebut yang diharapkan dapat berdampak luas bagi masyarakat dari segi sosial hingga ekonomi masyarakat. Akomodasi kita penuh, UMKM kita laris, dan harapan besarnya kesejahteraan masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Dengan menjadi tuan rumah gelaran Porprov XVIII Jawa Tengah di Kedu Raya tahun 2030 mendatang, maka pencapaian prestasi saat ini bisa menjadikan acuan untuk masuk di peringkat 5 besar Jawa Tengah. Perlu kerja keras dan cerdas untuk mempersiapkan kontingen yang tangguh. Begitu juga dibutuhkan kerjasama semua pihak dukungan yang lebih maximal dari pemerintah baik dari sisi anggaran maupun fasilitas sarana prasarana (had/aha)

CATEGORIES
Share This