Jasad Orok Bayi Gegerkan Warga Tempuran

PERIKSA TKP : Tim Polres Magelang sedang memeriksa TKP penemuan jasad orok bayi yang ditemukan warga di Kecamatan Tempuran (Dok Humas Polres Magelang)
MAGELANG (wartamagelang.com) – Warga Dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (08/05/2021) sekitar pukul 14.00 WIB digegerkan dengan adanya penemuan jasad orok bayi. Ironisnya, diduga kuat jasad orok bayi tersebut dibuang usai dilahirkan dengan berbungkuskan plastic di emperan rumah warga.
Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Muhammad Alfan Armin melalui Kasubbag Humas Iptu Mutohir, Minggu (09/05/2021) membenarkan adanya penemuan jasad orok di wilayah Kecamatan Tempuran. Ia menjelaskan, orok tersebut ditemukan di utara emperan rumah Mat Totok, Dusun Jambu RT 6/RW 1 Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran.
”Benar (penemuan orok bayi), Sabtu siang (08/05/2021) sekitar pukul 14.08 WIB,” katanya.
Muthohir menjelaskan, kronologi bermula ketika saksi bernama Supriyati, 46, warga Dusun Jambu RT 6/RW 01, Desa Tempurejo sedang melintas di depan tempat usaha saksi lainnya, yakni Suyatmi, 58, warga RT 5/RW 1.
Kemudian saksi Supriyati bercerita kepada Suyatmi jika di belakang rumah, sepertinya mencium bau adanya bangkai. Kemudian melihat seperti ada kucing mati yang dibuang sembarangan.
”Supriyati melaporkan ke Suyatmi yang merupakan tukang sol sepatu jika di belakang tempat usahanya melihat seperti ada bangkai kucing mati. Sehingga meminta Suyatmi untuk dikubur dengan layak,” imbuhnya.
Muthohir menuturkan, usai mendengar hal tersebut, saksi Suyatmi lantas mengecek ke lokasi yang dimaksud. Kemudian saksi Suyatmi, kata Muthohir, membuka bungkusan tersebut dan didapati bukan bangkai kucing, melainkan jasad orok bayi.
“Saksi Suyatmi kemudian menjerit dan didengar saksi Dika, 25, warga Dusun Ngepos Karangkulon RT 1/RW 4 Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman. Saksi Dika merupakan pedagang semangka keliling. Saksi menghampiri Suyatmi dan menanyainya. Mengetahui ada penemuan mayat orok bayi, Dika langsung menuju Polsek Tempuran untuk melaporkannya,” bebernya.
Muthohir menyebutkan, usai mendapat laporan tersebut kemudian langsung menuju TKP. Petugas, kata Muthohir, lalu melakukan penyelidikan dan memeriksa TKP.
”Diduga kuat, orok bayi dibuang oleh pelaku setelah melahirkan. Karena kondisi masih segar,” ungkapnya (ang/aha)