Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Sepanjang 75,82 km Dibangun Mulai 2021

PEMBANGUNAN TOL : Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menghadiri penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) di Marga Utama Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang (Istimewa)

MAGELANG (wartamagelang.com) Rencana pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Bawen resmi akan dilaksanakan mulai tahun 2021. Hal ini usai ditandatanganinya perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), perjanjian penjaminan dan perjanjian regres terkait pengerjaan proyek tol tersebut, Jum’at (13/11/2020) di Marga Utama Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Proses penandatangan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero). Juga perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov Jateng Peni Rahayu, Jum’at (13/11/2020) usai penandatanganan mengatakan, untuk Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki panjang total 75,82 km. Untuk jalan tol sepanjang 60,05 km, kata Peni, berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk panjang sisanya berada di Provinsi Yogyakarta.

Peni menerangkan, jalan tol sepanjang 60,05 km di wilayah Jawa Tengah sendiri, akan melintasi empat kabupaten/kota, 13 kecamatan dan 62 desa.

“Kami atas nama pemerintah Jawa Tengah, atas nama rakyat Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih. Terkait dengan Tol Bawen-Jogja, Insya Allah kami sudah sejak awal sudah berkomunikasi di empat kabupaten sudah kami kumpulkan semua di 13 kecamatan dan 62 desa sehingga penlok kemarin kita, ‘mohon maaf’ kita kembalikan dokumennya karena ada trase-trase yang melewati sumber mata air, kemudian yang terkena hotel, ada dari desa yang tidak mau sudah kami geser-geser,” katanya.

Peni mengutarakan, untuk trase yang dipaparkan dalam rencana pembangunan Jalan Tol Yogyakarta – Bawen saat ini, sudah clear dengan masyarakat. Terkait beberapa jalur atau trase yang sebelumnya melewati di sumber-sumber mata air pun, kata Peni, sudah dilakukan penggeseran dari rencana sebelumnya.

“Insya Allah, yang trase tadi yang dipaparkan itu sudah clear dengan masyarakat. Kami semua kecamatan sudah kami kumpulkan, sudah kami mintakan untuk pengeserannya dan tinggal menunggu dokumen pengembalian dari pelaksana ke kami. Nanti dari gubernur akan mengeluarkan penloknya akan segera kami keluarkan,” tuturnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, proyek Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 Km akan dibangun mulai pertengahan 2021 mendatang. Pembangunan tersebut, kata Danang, ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), perjanjian penjaminan dan perjanjian regres terkait pengerjaan proyek tol tersebut.

“Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan mulai konstruksi di tahun 2021 bulan Agustus setelah tanah bebas, mudah-mudahan ini bisa lebih cepat diharapkan selesai dan dapat dioperasikan di kuartal III-2023,” bebernya.

Danang menguraikan, proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen ini akan dikerjakan oleh lima BUMN sekaligus yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi saham 60%, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Waskita Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 12,5% dan PT Brantas abipraya (Persero) 12,5%.

“Untuk masa pengusahaan jalan tol ditetapkan selama 40 tahun dimulai sejak penerbitan surat perintah kerja. Dengan nilai investasi sebesar Rp 14,2 triliun dan diperkirakan internal rate of return itu sebesar 12,48%,” ucapnya (coi/aha)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)