Bupati Magelang Dalam ‘Santri Siaga Jiwa Raga’, Ajak Sukseskan Vaksinasi

 Bupati Magelang Zaenal Arifin saat menyerahkan hadiah dan penghargaan bagi para santri berprestasi.

Bupati Magelang Zaenal Arifin saat menyerahkan hadiah dan penghargaan bagi para santri berprestasi. Foto: Prokompim Kabupaten Magelang

Magelang (wartamagelang.com) – Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar mujahadah dan pengajian secara virtual dengan mengangkat tema ‘Santri Siaga Jiwa Raga’, dalam rangka peringatan Hari Santri Tahun 2021.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, kaum santri Indonesia sudah sepantasnya diberi peran dan ruang lebih banyak dalam membantu penanganan Covid-19 di negeri ini.

‘Penanganan pandemi Covid-19 bukan sekedar mengatasi penyebaran virusnya, namun juga pentingnya membangun pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pandemi dan cara mensikapinya. Ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan dan adanya persepsi keliru tentang Covid-19 juga masih kerap ditemui di sebagian kalangan masyarakat. Di sinilah peran serta santri dalam tataran hablum minannas patut dihadirkan dan dikedepankan untuk kemaslahatan umat pada masa pandemi Covid-19,” kata, Zaenal Arifin saat acara mujahadah dan pengajian memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2021 secara virtual dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Rabu (20/10/2021).

Selanjutnya, Zaenal mengajak, para alim ulama, kyai, santri, pondok pesantren, serta tokoh agama, lembaga keagamaan, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mensukseskan program vaksinasi yang saat ini sedang dikasanakan, karena vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar secara lahir, dan setiap umat beragama wajib menjaga keberlangsungan hidup.

“Siaga Raga juga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karena itu, santri jangan pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia, sehingga Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di masa pandemi covid-19 sekarang ini. Santri juga harus tetap disiplin dan tidak boleh lengah melaksanakan protokol kesehatan,” kata Zaenal.

Pada kesempatan yang sama, Zaenal juga menyerahkan sejumlah hadiah dan penghargaan bagi para santri berprestasi, diantaranya juara I lomba Musabaqoh Qiroatul Kutub (Putra) diraih oleh M Nabil Faiddurobani dari Ponpes Roudhotul Huda, juara I lomba Adzan Tingkat SD/MI diraih oleh Muhammad Fadli Romadlon dari MI Ma’arif Sokorini, dan juara I lomba Adzan Tingkat SMP/Mts diraih oleh Ihlazul Adzan dari Mts Arrosyidin Madusari.

Sementara, KH Al Habib Umar Muthohar dalam tausiyahnya menekankan agar para santri selalu mau mendengarkan nasihat para ulama.

“Mau mendengarkan bimbingan dan nurut para ulama itu namanya santri. Mau itu tentara, Polisi, pejabat, anggota DPR dan siapapun kalau nurut dengan ulama itu juga santri. Kalau pak tentara dan pak Polisi itu tugasnya ya menjaga keamanan di Republik ini (Indonesia) tapi tugas para santri dan ulama adalah menjaga keimanan. Insyallah kalau keamanan dan keimanan ini berjalan semua, maka NKRI ini akan baik-baik saja,” kata KH Al Habib Umar Muthohar. (wq)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)