Aksi Kolaborasi CSR PT Sarihusada Generasi Mahardhika dengan Forum TSLP Kota Yogyakarta

BAKTI CSR : PT Sarihusada Generasi Mahardhika menggelar acara bertajuk Aksi Kolaborasi CSR yang dilaksanakan di Ruang Yudistira Balaikota Yogyakarta (Dok Istimewa)

YOGYAKARTA (wartamagelang.com) PT Sarihusada Generasi Mahardhika menggelar acara bertajuk Aksi Kolaborasi CSR yang dilaksanakan di Ruang Yudistira Balaikota Yogyakarta pada Senin (17/3/2025). Acara ini bekerjasama dengan BAPPEDA Kota Yogyakarta, Forum TSLP Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, Human Initiative DIY, dan Rumah Zakat DIY.

Acara ini dihadiri oleh Walikota Yogyakarta, Factory Director Danone Specialized Nutrition East Factory, OPD, dan stakeholder terkait.

PT Sarihusada Generasi Mahardhika, yang berdiri sejak 1954 di Yogyakarta, turut berperan aktif menjalankan program CSR. Pada kegiatan kali ini, PT Sarihusada Generasi Mahardhika bersama mitra berkesempatan melaporkan program CSR yang telah dan akan dikerjakan, khususnya di Kota Yogyakarta.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, PT Sarihusada juga melakukan Kick Off Program 1000 Hari Pertama Kehidupan Aksi Pencegahan Stunting (1000 HPK Si Penting). Program ini pada tahun 2025 akan menyasar Kelurahan Sorosutan dan Kelurahan Tahunan di Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Walikota Yogyakarta, dr. H. Hasto Wardoyo, dalam keynote speechnya menyampaikan, “apresiasi kepada PT. Sarihusada Generasi Mahardika dan Human Initiative atas komitmennya dalam mendukung upaya penurunan stunting di Kota Jogja.

“Mari kita jadikan Kick Off 1000 HPK Si Penting 2025 ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat sinergi dan aksi nyata bagi kesehatan ibu dan anak di kota kita tercinta. Tidak hanya itu, saya juga mengapresiasi Rumah Zakat karena telah melaksanakan renovasi rumah terdampak bencana,” katanya.

“Kolaborasi bersifat gotong-royong inilah yang menjadi modal kuat kita untuk mengakselerasi pembangunan di Yogyakarta. Mari kita kuatkan dan eratkan semangat persatuan kita dan memberikan manfaat sepenuhnya pembangunan Kota Yogyakarta, dan juga terutama  kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambahnya.

Joko Yulianto, Factory Director Danone Specialized Nutrition East, menyampaikan bahwa melalui Danone Impact Journey yang memiliki tiga pilar utama: meningkatkan kesehatan melalui pangan, pelestarian lingkungan, dan berkembang bersama karyawan serta komunitas, Sarihusada menjalankan operasional perusahaan termasuk di dalamnya program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan Perusahaan (CSR).

“Dalam perjalanannya, CSR PT SGM telah berkontribusi terhadap pembangunan wilayah di Kota Jogja. Beberapa program yang telah dilakukan pada tahun 2024 seperti Aksi Pencegahan Stunting (1000 HPK Si Penting), Sampahku Tanggungjawabku (Samtaku), pertanian perkotaan, beasiswa LOTA, pendampingan UMKM, rehabilitasi rumah pasca bencana yang telah memberikan manfaat kepada lebih dari 1000 orang,” bebernya.

“Tentunya, hal ini tidak terlepas dari sinergi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Jogja, NGO/LSM, masyarakat, media massa, akademisi, dan sektor swasta lainnya. Kolaborasi Aksi CSR yang dilakukan hari ini merupakan salah satu milestone penting bagi program CSR PT SGM agar lebih berkelanjutan dan bisa meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia untuk mendukung generasi emas 2045,” tambah Joko.

Menurut Joko, Stunting merupakan masalah serius yang dapat berdampak signifikan pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, edukasi mengenai pencegahan stunting sangat penting, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode krusial yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan.

“PT SGM melalui program 1000 HPK Si Penting berupaya memberikan edukasi dan literasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mencegah stunting. Program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan. Dengan kolaborasi lintas sektor, PT SGM berharap dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia dan mendukung tercapainya generasi emas 2045,” ucapnya.

Kepala Cabang Human Initiative DIY, Muthori, menyambut baik kolaborasi ini, karena pencegahan stunting tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, harus ada sinergi multipihak agar tercapai solusi yang berkelanjutan. Human Initiative DIY, kata Muthori, bekerjasama dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika telah berupaya menjalankan program edukasi dan literasi terkait 1000 Hari Pertama Kehidupan Aksi Pencegahan Stunting dari 2020 hingga saat ini.

“Semoga dapat memberikan dampak khususnya dalam pencegahan stunting di Kota Yogyakarta,” bebernya.

Perwakilan Penerima Manfaat 1000 HPK Sipenting, Siti Musyrifah, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Awalnya, dirinya tidak terlalu memahami betapa pentingnya asupan gizi selama masa kehamilan dan menyusui.

Setelah mengikuti edukasi dari program ini, saya jadi lebih sadar bahwa pola makan yang baik dan seimbang itu sangat berpengaruh pada pertumbuhan anak saya. Selain itu, saya juga mendapatkan pelatihan cara membuat makanan bergizi dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah,” akunya (adv/had/aha)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS Wordpress (0)