Bupati Temanggung Agus Gondrong Sabet Tropi Abyakta Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Komplek Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Senin (9/2/2026) . Foto: Dok Panitia
BANTEN (wartamagelang.com) – Kado istimewa diperoleh Kabupaten Temanggung, usai Bupati Agus Setyawan alias Agus Gondrong sukses menyabet penghargaan berupa Tropi Abyakta dalam rangka Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Anugerah yang dihelat di Komplek Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Senin (9/2/2026) pagi tersebut, merupakan satu rangkaian momentum puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bertema “Pers sehat, ekonomi berdaulat, bangsa kuat”.
Dengan mengusung tema “Kiprah Kuda Lumping Temanggung Menembus Kancah Internasional”, Agus memperoleh penghargaan bersama 9 bupati/wali kota lain dari berbagai penjuru wilayah tanah air.
Dirinya menyebut bahwa penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja keras serta dedikasi para seniman/seniwati yang ada di Kabupaten Temanggung, sehingga kesenian lokal daerah nan adi luhung dapat terus lestari hingga sampai saat ini.
“Ini (penghargaan) merupakan bentuk kerja keras para seniman/seniwati dari Kabupaten Temanggung. Penghargaan ini saya persembahkan khusus untuk seluruh warga masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya juga menyebut bahwasanya pembangunan di sektor kebudayaan harus seiring sejalan dengan sinergi yang terjalin kuat antara para pelaku seni budaya dengan insan pers.
“Butuh sinergi kuat agar kerjasama yang apik terjalin antara seniman dengan insan pers, dengan maksud mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir mengungkap bahwa sejatinya pers berjalan searah dengan sejarah dan masa depan peradaban bangsa Indonesia. Pers juga memiliki sejarah dan nilai perjuangan, sekaligus berkomitmen dalam menampilkan gagasan kebangsaan, hingga mengobarkan semangat pembangunan.
“Pers tumbuh bersama cita-cita bangsa, serta ikut berperan aktif dalam upaya menjaga perdamaian dunia. Pers adalah pondasi demokrasi dalam pembangunan nasional yang dijaga oleh kode etik jurnalistik. Sehingga memiliki tanggung jawab akan muatan informasi yang disebarkan, hingga wajib bekerja secara profesional, akurat, serta berimbang.
“Salah satu kegelisahan para wartawan adalah terjadinya kesalahan dalam memberikan informasi, atau adanya informasi yang menyesatkan bukan mencerahkan. Karena kami memiliki tanggung jawab yang besar terhadap publik, khususnya mengingatkan berbagai pihak agar pembangunan tetap berada dalam rel semestinya. (wq)
