Magelang Fashion Day Jadi Ajang Promosi dan Perluasan Pasar Produk Fesyen Lokal

Magelang Fashion Day 2026 digelar di Alun-Alun Kota Magelang, Sabtu (31/10/2026), foto: Humas Prokompim Kota Magelang
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Magelang Fashion Day 2026 menjadi ruang promosi bagi desainer, perajin, dan pelaku usaha fesyen untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas peluang pasar.
Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Kota Magelang, Sabtu (31/10/2026), itu melibatkan Dekranasda Kota Magelang dan sejumlah kabupaten/kota.
Ketua Dekranasda Kota Magelang, Nanik Yunianti Damar, mengatakan Magelang Fashion Day tidak sekadar menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga wadah kreativitas, inovasi, dan kolaborasi insan industri fesyen.
Menurutnya, keterlibatan Dekranasda dari berbagai daerah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi produk fesyen unggulan masing-masing wilayah.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa produk fesyen lokal memiliki potensi dan daya saing yang luar biasa,” ujarnya.
Rangkaian Magelang Fashion Day diawali dengan lomba desain busana kategori pelajar dan umum. Kegiatan ini juga menghadirkan karya desainer, model, perajin, serta pelaku usaha fesyen dari Kota Magelang dan daerah sekitar.
Nanik berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk dalam negeri, memperluas promosi, serta membuka peluang pasar bagi pelaku usaha fesyen.
Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan, rangkaian Magelang Flower Festival (MFF) 2026 memberikan dampak ekonomi positif. Berdasarkan informasi dan pengecekan langsung di lapangan, transaksi harian selama festival diperkirakan mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta.
“Animo masyarakat luar biasa. Transaksi harian bisa mencapai sekitar Rp250 juta sampai Rp300 juta,” katanya.
Lanjut Damar, penyelenggaraan event menjadi salah satu strategi untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten dan kota sekitar, dalam penyelenggaraan festival.
“Kerja sama antardaerah diperlukan karena setiap wilayah saling terhubung dan membutuhkan,” imbuhnya. (wq)
