Magelang Ethno Carnival 2026 Tutup Rangkaian Magelang Flower Festival dengan Meriah

Magelang Ethno Carnival (MEC) 2026 di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu (1/11/2026). foto: Humas Prokompim Kota Magelang
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Magelang Ethno Carnival (MEC) 2026 menutup rangkaian Magelang Flower Festival (MFF) di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu (1/11/2026). Ribuan orang berbondong-bondong memadati kawasan jantung kota itu.
Sebanyak 40 kontingen dari berbagai kelurahan, instansi, sekolah, hingga peserta dari luar Kota Magelang memeriahkan karnaval.
Mereka unjuk kebolehan menampilkan aksi terbaik mulai dari kostum karnaval, koreografi, fragmen hingga mobil hias dengan tema bunga aneka ragam.
Rute karnaval membentang di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda kawasan Pecinan, hingga perempatan Tugu Adipura atau Shopping Center. Sepanjang jalur tersebut, masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan peserta.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai kegiatan ini berpotensi menciptakan efek berganda karena melibatkan perancang busana, penjahit, perajin, seniman, komunitas, hingga pelaku UMKM.
“Festival ini sekaligus menjadi momentum menghidupkan kembali identitas Magelang sebagai kota bunga yang dikenal dengan julukan Tuin van Java atau taman Pulau Jawa,” ujarnya.
Di sisi lain, kegiatan ini berdampak positif terhadap perputaran ekonomi terutama bagi pedagang kuliner dan pelaku usaha bunga yang ikut merasakan ramainya pengunjung.
Damar menyebut, transaksi selama MFF) 2026 yang berlangsung sejak 25 Oktober hingga 1 November, diperkirakan mencapai Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
“Coba bayangkan, perputaran ekonomi atau transaksi selama event dari tanggal 25 Oktober 2026 hingga 1 November 2026 ini per harinya mencapai Rp250 juta sampai Rp300 juta,” kata Damar.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang dengan biaya relatif rendah, tetapi diharapkan mampu menberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Dengan kegiatan yang sangat low cost, saya berharap menjadikan high impact atau dampaknya bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah satunya Anita, warga Tuguran, yang datang bersama kedua anaknya untuk menikmati kemeriahan MEC dan MFF 2026. Ia mengaku senang dan antusias dapat menyaksikan langsung beragam penampilan serta kreativitas peserta karnaval.
“Senang sekali, acaranya meriah dan anak-anak juga sangat menikmati. Banyak kostum unik dan pertunjukan menarik. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun,” ungkap Anita.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi keluarga sekaligus memberikan pengalaman menarik bagi anak-anak untuk mengenal seni, budaya, dan potensi Kota Magelang. (wq)
