Bimtek Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Magelang

Bimtek Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Magelang, Kamis, 6 April 2023. Foto: Uwek/wartamagelang.com.
Magelang (wartamagelang.com) – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI, melalui Balai Besar Vetereiner Wates, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Magelang pada hari Kamis, 6 April 2023, bertempat di Wisma Sejahtera, yang beralamat di Jl. Serayu II No.44, Kedungsari, Magelang Utara, Kota Magelang.
Acara bimtek ini juga difasilitasi oleh anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina, SE., MBA.
Acara diawali dengan sambutan dari penyelenggara kegiatan yaitu drh. Hendra Wibawa, M.Si, Ph.D., Kepala Balai Besar Vetereiner Wates.
Kemudian sambutan yang berikutnya adalah dari Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Bapak Joni Indarto, AP., M.Si.
Acara disambung dengan sambutan sekaligus pembukaan Bimtek Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Magelang oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Vita Ervina SE. MBA.
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Vita Ervina SE. MBA. mengatakan, kegiatan Bimtek ini bekerjasama dengan mitra Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan RI, melalui Balai Besar Vetereiner Wates, yang berfokus pada Manajemen Beternak Sapi dan Penanganan Penyakit Lumpy Skin Dosease (LSD) pada sapi.. Bimbingan teknis pada hari ini merupakan kegiatan tatap muka dalam serangkaian kunjungan kerja, sebagai wujud nyata kehadiran wakil rakyat di DPR Pusat bersama pemerintah dalam upaya memaksimalkan potensi hasil perikanan baik dari segi kuantitas maupun mutu di daerah pemilihan jawa tengah VI.
“Kabupaten Magelang yang didukung dengan iklim yang sejuk dan tanah yang subur merupakan faktor utama pendukung kegiatan pada sektor peternakan khususnya ternak sapi,” kata Vita.
Vita menambahkan, sebagian besar sumber pendapatan masyarakat dari sektor pertanian, ternak adalah alternatif utama yang bisa dipelihara oleh petani karena didukung ketersediaan pakan yang cukup melimpah. Meskipun hanya sebagai sampingan atau investasi, jika dipelihara dengan baik, beternak akan menjadi sumber pendapatan tambahan.
“Guna menjalankan kegiatan beternak masyarakat sering dihadapkan dengan berbagai tantangan, karena sebagian besar masih menggunakan cara konvensional dalam memelihara hewan.,” tambah Vita.
Vita mengatakan, dalam memahami persoalan tersebut diperlukan sinergitas yang baik antara pemangku kebijakan di daerah maupun di pusat, seperti contoh program-program pemerintah pada sektor peternakan hasil sinergi antara Kementerian Pertanian dan Komisi IV DPR RI antara lain: Penyediaan bibit unggul (sapi, kambing, domba, ayam, itik, dan babi); Peningkatan produksi pakan ternak; Pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan; Pengembangan pengolahan dan pemasaran hasil ternak; Program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), serta Program KUR bagi petani maupun peternak itu merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat kepada masyarakat dalam upaya mendorong pengembangan pertanian di sektor peternakan.
“Selain berfokus pada manajemen beternak sapi, secara khusus akan disampaikan juga terkait dengan penanganan penyakit Lumpy Skin Disease atau LSD. Belum selesai kasus PMK, di Kabupaten Magelang saya menerima data berdasarkan laporan dari dinas peternakan dan perikanan kab Magelang sampai dengan saat ini ada 83 sapi yang terkonfirmasi LSD yang tersebar di hampir semua kecamatan,” ujar Vita
Dalam upaya pengendalian penyakit yang mematikan tersebut, tambah Vita, tentunya pemerintah akan terus berupaya dalam mengatasinya, untuk saat ini khusus di magelang melalui BBVET Wates melakukan pendampingan kepada peternak sapi yang terdampak LSD. Dan sebagai anggota komisi IV DPR RI, Vita akan terus mendorong pemerintah untuk segera mencari jalan keluar agar virus tersebut bisa segera teratasi.
“Para Peserta yang hadir pada hari ini, yaitu bapak ibu penyuluh pertanian dari Kecamatan Salaman dan Kajoran, serta ketua atau perwakilan kelompok ternak yang tersebar di Salaman dan Kajoran yang berjumlah 80 orang. Besar harapan saya agar kegiatan ini bisa sebagai ajang menjalin komunikasi, koordinasi, dan tentunya pengetahuan dibidang pertanian, sehingga petani mampu meningkatkan produktivitasnya dan secara ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Vita. (wq)