Wali Kota Magelang Ajak Pelaku UMKM Tingkatkan Kompetensi

TINGKATKAN KOMPETENSI : Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengajak pelaku UMKM agar mau meningkatkan kompetensi (Dok Prokompim Kota Magelang)
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus terus meningkatkan kompetensi diri dan tidak ragu memulai, maupun mengembangkan usaha meski dengan keterbatasan modal. Sebab keberhasilan usaha tidak semata ditentukan oleh besarnya modal, melainkan oleh pola pikir, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi.
Hal itu disampaikan Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, dalam kegiatan peningkatan pemahaman dan kapasitas SDM UMKM dan kewirausahaan yang digelar di Gedung Wanita, Rabu (29/4/2026).
“Modal itu penting, tapi bukan yang paling menentukan. Tantangan terbesar memulai usaha sering kali bukan pada modal, tetapi pada keberanian untuk memulai dan ketahanan untuk bertahan,” ujarnya.
Ia pun mengajak pelaku UMKM untuk memanfaatkan peluang yang ada, termasuk teknologi digital, guna memperluas pasar. Menurutnya, usaha yang dimulai dari skala kecil tetap berpeluang berkembang besar jika dijalankan dengan sungguh-sungguh.
“Mulailah dari yang kita punya. Tidak harus menunggu sempurna. Yang penting usaha itu berjalan dulu,” kata Damar.
Penguatan kapasitas dan kompetensi pelaku UMKM bukan hanya berdampak pada usaha masing-masing, tetapi juga menjadi investasi penting bagi pembangunan daerah.
“Keberhasilan usaha tidak ditentukan oleh seberapa besar kita memulai, tetapi oleh seberapa konsisten kita menjalankan dan mengembangkannya,” tandasnya.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Syaifullah, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi masih banyaknya pelaku UMKM yang belum mendapatkan pelatihan.
“Masih banyak UMKM yang belum mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan keahlian dan wawasan berwirausaha,” sebutnya.
Ia menambahkan, pelaku UMKM saat ini dituntut untuk terus berinovasi dan berkreasi agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar. Namun, dalam praktiknya, masih banyak yang menghadapi berbagai kendala.
“Sebagian UMKM masih mengalami kendala, seperti masalah investasi, produksi, dan permodalan,” jelasnya.
Kegiatan yang diikuti 100 pelaku usaha mikro dari wilayah Kecamatan Magelang Utara ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kewirausahaan.
Materi pelatihan pada hari pertama disampaikan oleh akademisi dari Universitas Tidar (UNTIDAR), dan selanjutnya menghadirkan pelaku usaha sukses pemilik Getuk Marem yang berbagi pengalaman (had/aha)
