Pagelaran Pentas Perak Festival Lima Gunung XXV Resmi Dibuka di Lereng Merbabu Dengan “Nandur Eling”

Aksi teatrikal kirab budaya “Nandur Eling” yang sarat pesan lingkungan di Desa Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jumat (10/7/2026). foto: Anis4wartamagelang.com
MAGELANG (wartamagelang.com) — Komunitas Lima Gunung kembali menggelar perhelatan budaya tahunan Festival Lima Gunung (FLG) XXV yang resmi dibuka pada Jumat (10/7/2026). Bertempat di kawasan lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Desa Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, festival tahun ini mengusung tema yang menggelitik sekaligus penuh refleksi: “Makin Goblok Bareng”.
Berbeda dengan pembukaan festival budaya pada umumnya, FLG XXV diawali dengan aksi teatrikal kirab budaya sarat pesan lingkungan. Para peserta kirab berjalan kaki sejauh 500 meter dari titik utama pameran menuju panggung utama tanpa membawa gunungan tradisional. Sebagai gantinya, mereka membawa lima bibit pohon untuk langsung ditanam di area festival.
Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono, menjelaskan bahwa aksi membawa dan menanam pohon ini merupakan bentuk nyata kepedulian para seniman terhadap isu lingkungan hidup saat ini.
”Penanaman ini sebetulnya untuk pengendalian lingkungan, jadi konservasi ya. Bagaimana ketika untuk generasi itu untuk peduli dengan lingkungan, dengan tanaman. Kira-kira seperti itu,” ujar Sujono saat diwawancarai di lokasi acara, Jumat (10/7).
Setelah prosesi penanaman pohon selesai, rombongan peserta kirab bergerak menuju panggung utama untuk membuka pameran seni rupa yang diinisiasi oleh para seniman lokal Magelang. Pembukaan pameran tersebut kemudian menjadi penanda dimulainya rangkaian pementasan seni tradisional dan modern secara maraton.
Sujono menambahkan, hari pertama festival langsung menyuguhkan puluhan daya tarik kesenian yang melibatkan ratusan seniman lintas dusun. Festival ini dipastikan akan memanjakan mata pengunjung dari pagi hingga petang.
“Untuk hari ini sekitar ada 30 kesenian, dari pagi ini sampai nanti menjelang malam. (Ini) pementasan perdana ya, yang untuk hari ini,” lengkap Sujono.
Perhelatan FLG XXV di Desa Warangan ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta kesenian rakyat semata, namun juga pemantik kesadaran kolektif masyarakat dan generasi muda untuk menjaga kelestarian alam di kawasan lereng gunung. (anis4wq)
