Bupati Magelang Buka Pelatihan Barista dan Barbershop dalam Program BLK Masuk Pondok di Ponpes An-Najach Koripan

Foto: Humas Prokompim Kabupaten Magelang

Program BLK Masuk Pondok di Pondok Pesantren An-Najach, Desa Koripan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Senin (2/11/2026).Foto: Humas Prokompim Kabupaten Magelang

Magelang (wartamagelang.com) – Bupati Magelang Grengseng Pamuji secara resmi membuka dua jenis pelatihan baru dalam program BLK Masuk Pondok di Pondok Pesantren An-Najach, Desa Koripan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Senin (2/11/2026).

Dua jenis pelatihan yang dibuka kali ini adalah barista atau penyajian kopi dan barbershop atau keterampilan potong rambut pria. Sebelumnya, pada 26 Oktober 2026, telah dibuka pelatihan pembuatan roti dan kue serta menjahit yang diikuti para santriwati.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, program BLK Masuk Pondok merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Magelang yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan kerja para santri.

Menurutnya, santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama dan akhlak yang baik, tetapi juga perlu dibekali kompetensi teknis agar mampu mandiri secara ekonomi.

“Komitmen kami jelas, yaitu mencetak generasi santri yang tidak hanya kokoh secara spiritual dan berakhlak mulia, tetapi juga memiliki kompetensi teknis yang siap bersaing di dunia kerja maupun wirausaha,” katanya dalam sambutan pembukaan pelatihan.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh melalui program tersebut dapat menjadi bekal bagi para santri, baik ketika masih menempuh pendidikan di pondok pesantren maupun setelah lulus dan kembali ke tengah masyarakat.

Grengseng menjelaskan, pemilihan pelatihan barista dan barbershop didasarkan pada potensi pasar kedua bidang usaha tersebut yang dinilai cukup luas dan fleksibel.

“Keterampilan meracik kopi dan minuman kekinian dapat menjadi modal awal untuk merintis usaha kuliner, sedangkan keahlian memotong rambut adalah fondasi kuat untuk membuka usaha barbershop maupun salon mandiri,” ujarnya.

Ia juga berharap program tersebut mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan santri sehingga mereka dapat membangun usaha dan memperoleh penghasilan secara mandiri.

Bupati meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat agar keterampilan yang diberikan instruktur dapat diserap secara maksimal.

Program BLK Masuk Pondok ini, lanjutnya, juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Magelang 2025-2030, yakni “Makmur Rakyate”. Salah satunya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, produktif, berdaya saing, serta memiliki akses terhadap kesempatan kerja dan kemandirian ekonomi.

“Jadikan momentum ini sebagai sarana menempa diri agar kelak kalian menjadi lulusan pesantren yang paripurna: unggul dalam ilmu agama, mandiri secara ekonomi, serta membawa manfaat besar bagi keluarga dan masyarakat luas,” pesannya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh menyampaikan, BLK Masuk Pondok merupakan program prioritas Bupati Magelang yang dilaksanakan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang.

Pelaksanaannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2026.

Siti Zumaroh menjelaskan, sebelum pelaksanaan pelatihan, pihaknya telah melakukan penyusunan kurikulum dan survei peminatan ke sejumlah pondok pesantren salaf di Kabupaten Magelang. Langkah tersebut dilakukan agar jenis pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan minat para santri.

“Pada tahun 2026 ini akan dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Najach Koripan Tegalrejo dan tahun 2027 nanti akan dilaksanakan juga di beberapa pondok pesantren salaf yang berada di Kabupaten Magelang,” lanjutnya.

Di Pondok Pesantren An-Najach, program BLK Masuk Pondok tahun 2026 menyelenggarakan empat jenis kejuruan dengan total 64 peserta. Masing-masing kejuruan diikuti 16 orang dan berlangsung selama lima hari kerja.

Bagi santri putri, pelatihan pembuatan roti dan kue serta menjahit telah dilaksanakan pada 26-30 Oktober 2026. Sementara itu, santri putra mengikuti pelatihan barista dan barbershop pada 2-6 November 2026.

Para peserta mendapatkan sejumlah fasilitas secara gratis, mulai dari biaya pelatihan, bahan praktik, snack, makan siang, hingga seragam pelatihan.

Selain itu, peserta yang mengikuti pelatihan hingga selesai juga akan mendapatkan sertifikat.

Tidak hanya memberikan keterampilan, penyelenggara juga menyiapkan bantuan sarana atau peralatan usaha sebagai pendukung bagi peserta yang ingin merintis usaha setelah mengikuti pelatihan.

Para peserta juga akan mendapatkan kesempatan membangun jejaring usaha dengan pelaku usaha serta monitoring dari instruktur Balai Latihan Kerja.

Melalui program ini, Pemkab Magelang berharap pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi penggerak kemandirian ekonomi umat melalui peningkatan keterampilan, produktivitas, dan tumbuhnya wirausaha baru dari kalangan santri. (wq)

CATEGORIES
Share This