Angkat Tema “Sang Legenda”, MTD 2026 Hadirkan Nostalgia dan Edukasi Sejarah

foto: Anis4wartamagelang.com

Pameran Magelang Tempo Doeloe (MTD) 2026 . foto: Anis4wartamagelang.com

MAGELANG (wartamagelang.com) – Pameran Magelang Tempo Doeloe (MTD) 2026 kembali digelar dengan konsep yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mengusung tema “Sang Legenda”, kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 ini mengajak masyarakat mengenang perjalanan sejarah Magelang sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

Koordinator Komunitas Kota Toea Magelang (KTM), Bagus Priyana, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mengangkat berbagai unsur yang telah menjadi legenda dan identitas Kota Magelang dari masa ke masa.

“Tahun ini kami mengangkat tema ‘Sang Legenda’. Kami mengangkat tokoh, bangunan, organisasi, maupun kuliner yang terkait dengan Magelang dan sudah melegenda dari tahun ke tahun, serta teruji oleh pasang surut dinamika kehidupan dan perkembangan zaman,” kata Bagus.

Menurutnya, Magelang Tempo Doeloe tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah daerahnya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, panitia menghadirkan sekitar 18 subacara yang dapat dinikmati masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut antara lain bincang sejarah, jelajah kota tua, jelajah sepeda tua, jelajah angkutan lawas, pemutaran film layar tancap, hingga pameran barang-barang antik dan benda bersejarah.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat bernostalgia sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap Kota Magelang.

“Kami berharap masyarakat Magelang bisa menikmati Magelang Tempo Doeloe, bernostalgia, kangen-kangenan, dan tentu saja menumbuhkan rasa cinta serta kebanggaan kepada Magelang itu sendiri,” ujarnya.

Salah satu agenda yang diprediksi menjadi daya tarik utama adalah fragmen juang bertajuk “Magelang Kembali 1949”. Teatrikal sejarah yang diinisiasi Komunitas Magelang Kembali tersebut akan digelar pada Minggu (7/6/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Rekonstruksi peristiwa sejarah itu tidak hanya melibatkan anggota komunitas, tetapi juga masyarakat umum yang ingin berpartisipasi sebagai figuran untuk merasakan suasana perjuangan pada masa revolusi.

Di sisi lain, Magelang Tempo Doeloe 2026 juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal melalui sekitar 120 stan yang telah disiapkan panitia. Namun, peserta yang terlibat harus melalui proses kurasi agar sesuai dengan konsep tempo dulu yang diusung acara.

Bagus menjelaskan, UMKM yang dilibatkan merupakan pelaku usaha yang menawarkan produk sesuai tema, seperti kuliner tradisional, barang lawas, karya seni, hingga benda-benda bernilai sejarah.

“Peserta yang terlibat memang dari UMKM, tetapi UMKM yang sesuai dengan kriteria dan konsep acara kami. Jadi lebih spesifik, bukan sekadar mengakomodasi UMKM secara umum,” jelasnya.

Melalui penyelenggaraan Magelang Tempo Doeloe 2026, panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pelestarian sejarah dan budaya sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Magelang. (anis/wq)

CATEGORIES
Share This