Empat Event Besar Akan Digelar di Kota Magelang

Foto: Uwek/wartamagelang.com

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam pers conference, Rabu (16/09/2026), Foto: Uwek/wartamagelang.com

Magelang (wartamagelang.com) – Pemerintah Kota Magelang mengumumkan kesiapan menjadi tuan rumah rangkaian event besar yang dirancang untuk mengangkat potensi kreativitas, budaya, olahraga, hingga perekonomian masyarakat.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam pers conference, Rabu (16/09/2026) menyampaikan bahwa seluruh kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan atau seremoni belaka, melainkan sarana konkret penggerak roda ekonomi daerah dan promosi pariwisata.

“Kita ingin orang datang ke Kota Magelang karena event-event-nya menarik, dimana event adalah nafas dan denyut nadi ekonomi Kota Magelang” ujar Wali Kota.

Borobudur Indonesia Expo 2026 yang digelar 17–20 September 2026 menjadi pembuka dari Gelaran Flagship ini. Mengusung tema “Membangun Bersama, Memperkuat Ekonomi Masyarakat”, Damar menyebut event ini menghadirkan sektor UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, pariwisata, hingga peluang investasi dari berbagai kementerian serta pemerintah daerah di Kawasan Candi Borobudur (Kota Magelang, Kab. Magelang, Kab. Sleman, Kab. Purworejo, dan Kab. Kulonprogo).

“Event ini ditargetkan mampu menarik sekitar 40.000 pengunjung”, ungkapnya optimis.

Alun Alun Kota Magelang, masih menjadi episentrum event lewat digelarnya Magelang Flower Festival 2026 pada 25 Oktober hingga 1 November mendatang. Festival ini menjadikan keragaman flora sebagai modal kekuatan budaya, pariwisata, kreativitas, dan edukasi ekonomi.

Acara disemarakkan oleh pameran seni, karnaval, ragam busana, dan edukasi flora. Dua agenda unggulan dalam festival ini adalah Senam Asri pada Jumat, 30 Oktober 2026 dengan target 10.000 peserta, serta Magelang Ethno Carnival pada 1 November 2026.

Selanjutnya, untuk memuliakan serta merawat Gunung Tidar sebagai ikon sejarah, budaya, spiritual, dan ekologis Kota Magelang, akan digelar Merti Gunung Tidar 2026 pada 6–8 November.

Agenda utama diisi aksi reresik (bersih-bersih), ritual doa bersama, kirab budaya, pagelaran seni, pembagian tumpeng, hingga kembul bujana (makan bersama).

“Semangat gotong royong diwujudkan dengan partisipasi dari 192 RW se-Kota Magelang yang akan membawa tumpeng masing-masing”, jelas damar.

Terakhir, Kejuaraan Renang Magelang Open Master Championship akan digelar 13–15 November mendatang. Ajang olahraga tingkat provinsi ini bakal memperebutkan Piala Wali Kota Magelang di Samapta Aquatic Stadium.

Kejuaraan yang ditargetkan diikuti oleh 1.000 atlet renang ini merupakan mandatory event di Jawa Tengah, sehingga seluruh klub renang di wilayah Jateng diwajibkan mengirimkan perwakilannya.

Damar berharap melalui penyelenggaraan rangkaian kegiatan besar ini, diharapkan mampu memberi dampak domino terhadap sektor UMKM, kuliner, seni pertunjukan, pariwisata, hingga sektor jasa dan perhotelan di Kota Magelang. Langkah strategis ini sekaligus menjadi pendorong utama memperkuat branding “Magelang Bergaung” di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak demi kesuksesan agenda-agenda tersebut.

“Keberhasilan event ini adalah hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, media, akademisi, dan seluruh stakeholder. Kami mengajak seluruh warga untuk ikut berpartisipasi meramaikan serta menjaga iklim Kota Magelang tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi para tamu maupun pengunjung,” tutupnya. (wq)

CATEGORIES
Share This