“Makin Goblok Bareng’, Tema Pesta Perak Festival Lima Gunung XXV di Warangan Pakis

Lokasi Festival Lima Gunung (FLG) XXV/2026 di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang selama tiga hari, yaitu pada tanggal 10, 11 dan 12 Juli 2026. Foto: Uwek/wartamagelang.com
Magelang (wartamagelang.com) – Komunitas Lima Gunung Kabupaten Magelang, Jawa Tengah akan menyelenggarakan Festival Lima Gunung (FLG) XXV/2026 di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang selama tiga hari, yaitu pada tanggal 10, 11 dan 12 Juli 2026.
Festival tersebut sebagai agenda tahunan komunitas berbasis seniman petani dusun-dusun di kawasan lima gunung yang mengelilingi Kabupaten Magelang, yakni Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh, dengan berbagai relasi jaringan di daerah setempat dan sekitarnya, serta berbagai kota di Indonesia dan luar negeri.
Komunitas Lima Gunung yang dirintis pembentukannya sejak 1997 oleh Budayawan Magelang Sutanto Mendut itu, mengklaim Dusun Warangan masuk kawasan Gunung Merbabu.
Tema FLG XXV tahun ini adalah “Makin Goblok Bareng” yang dilahirkan oleh Budayawan Sutanto Mendut merespons perkembangan situasi kehidupan manusia di era teknologi informasi, tentang arti pentingnya sikap tawaduk, terus mendidik diri dan belajar bersama, untuk kehidupan riil sehari-hari dan dunia maya yang lebih baik, sehingga melahirkan peradaban luhur baru yang layak diwariskan kepada generasi manusia masa depan.
Dalam FLG XXV 2026, akan digelar pementasan kesenian baik tradisional, modern, dan kolaborasi pementasan, serta performance seni oleh sekitar 85 grup kesenian dengan total 1.274 orang. Ada berbagai acara pementasan seperti tarian, musik, pembacaan puisi, kirab budaya, dan pidato kebudayaan.
Masyarakat Dusun Warangan secara bergotong royong sejak pertengahan Juni 2026 menyiapkan panggung pertunjukan dua level atau tingkat, masing-masing untuk pementasan 80 meter persegi dan pengiring 32 meter persegi. Hiasan panggung menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar.
Panggung festival didirikan di tanah lapang yang menjadi bengkok dusun setempat. Warga juga menghiasi wajah dusun dengan instalasi seni desa berbahan alam.
Warga Warangan menyiapkan rumah-rumah mereka untuk kepentingan menginap para tamu dan transit berbagai grup kesenian yang akan melakukan pementasan.
Tahun ini, Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang didaphuk untuk yang keempat kalinya menjadi lokasi festival. Dusun Warangan menjadi lokasi pertama FLG pada tahun 2002, kedua pada tahun 2003, dan ke-13 pada tahun 2014.
Ketua KLG Sujono menjelaskan bahwa FLG tahun ini bermakna istimewa, terutama karena secara berturut-turut selama 25 tahun diselenggarakan tanpa jeda dengan kekuatan swadaya masyarakat dusun yang menjadi basis KLG.
“Hingga tahun ini, komunitas tetap mempertahankan kebijakan penyelenggaraan FLG yang tanpa sponsor, baik dari pengusaha maupun pemerintah, komunitas terus membangun dan memperkuat jejaring dengan berbagai kelompok kesenian, kelompok sosial-kemasyarakatan, dan para tokoh dengan berbagai latar belakang dari berbagai tempat,” kata Jono.
Jejaring itu, tambah Jono, akan memperkuat keberadaan komunitas untuk terus belajar dan memberikan inspirasi tentang makna kebudayaan dan memperkuat nilai-nilai hidup pedesaan dengan kearifan lokal.
‘Penyelenggaraan FLG selama 25 tahun berturut-turut secara swadaya sebagai pelajaran berharga bagi komunitas, pegiat, maupun warga dusun. Setiap penyelengaraan festival membuktikan secara praktik baik tentang semangat bekerja tanpa pamrih, ikhlas, kekeluargaan, persaudaraan, dan saling menjaga satu sama lain yang terus dihidupi warga dusun dengan berbagai dinamika tantangan dan harapan. Selain itu, memperkuat ketangguhan komunitas dalam menghadapi tantangan menghidupi kesenian, tradisi dusun, dan kearifan desa,” pungkas Jono. (wq)
