PSMTI Kota Magelang Gelar Tebus Murah 2000 Paket Sembako

Tebus murah PSMTI Kota Magelang di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (25/7/2026). Foto: Uwek/wartamagelang.com
Magelang (wartamagelang.com) – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Magelang menggelar kembali tebus murah 2.000 paket sembako di Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (25/7/2026).
Ketua PSMTI Kota Magelang, Slamet Santoso mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kedua dari rangkaian program tebus murah yang telah dijadwalkan berlangsung di bulan Juni, Juli, dan Agustus 2026. Program sosial ini salah satu upaya PSMTI membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja.
“PSMTI menyediakan 2.000 paket sembako senilai lebih dari Rp100 ribu yang dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp50 ribu, Program tersebut merupakan hasil gotong royong para anggota dan pengusaha yang tergabung dalam PSMTI,” kata Slamet Santoso
Menurut Slamet, kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.
“Kondisi ekonomi saat ini memang tidak mudah, bukan hanya di Indonesia tetapi juga secara global karena itu kami bersama-sama bergotong royong membantu semampu kami, bahkan pada Agustus mendatang, PSMTI berencana menyalurkan makan siang kepada keluarga yang sedang menjaga pasien di rumah sakit,” tambahnya.
Selain program tebus murah, PSMTI juga rutin menggelar pembagian makan gratis bagi lansia dan masyarakat kurang mampu setiap Selasa sejak 2022.
.”Kami ingin terus hadir melalui kegiatan sosial. Harapannya bisa mendukung program pemerintah dalam membantu masyarakat dan ikut mengentaskan kemiskinan di Kota Magelang,” imbuhnya.
Sementara itu, Walikota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi konsistensi PSMTI yang selama ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial di Kota Magelang.
“Mereka sudah berkali-kali membantu masyarakat, mulai dari bedah rumah, pasar murah, makan gratis hingga kegiatan tebus murah seperti hari ini dan ini sangat membantu,” katanya.
Pengentasan kemiskinan, tambah Damar, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dari seluruh elemen masyarakat agar berbagai program bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
“Pemerintah tugasnya memandu, dan mengatur. Tetapi pengentasan kemiskinan membutuhkan gotong royong semua pihak. Kolaborasi seperti ini yang kami harapkan terus terjalin,” pungkasnya. (wq)
