Wali Kota Magelang Jadi Narsum Pelatihan Pola Asuh Anak (Parenting)

Foto: Humas Prokompim Kota Magelang

Pelatihan Pola Asuh Anak (Parenting) yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang di aula kantor setempat, Rabu (15/4/2026). Foto: Humas Prokompim Kota Magelang

KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyatakan orang tua memiliki peran penting dalam pengasuhan anak di tengah perubahan perilaku komunikasi anak di era digital.

Hal itu disampaikan Damar saat menjadi narasumber Pelatihan Pola Asuh Anak (Parenting) yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang di aula kantor setempat, Rabu (15/4/2026).

Damar melihat fenomena menurunnya kedekatan emosional antara anak dan orang tua. Berdasarkan kajian Forum Anak Jawa Tengah, anak-anak saat ini cenderung lebih memilih bercerita kepada teman dan teknologi dibandingkan kepada orang tua.

“Peran orang tua tidak lagi cukup sebatas mengawasi. Orang tua harus hadir secara utuh, baik fisik maupun emosional, agar tetap menjadi rujukan utama bagi anak,” ungkapnya.

Menurutnya, pengasuhan di era digital menuntut pendekatan yang lebih adaptif. Orang tua tidak hanya membatasi penggunaan teknologi, tetapi juga perlu memahami dan membimbing aktivitas digital anak secara bijak.

“Media sosial yang tidak digunakan dengan bijak, ini bahaya untuk anak-anak, mempengaruhi pola pikir dasar, tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Pelatihan Pola Asuh Anak merupakan bagian dari program unggulan “Anak Merdeka” sebagai upaya Pemkot Magelang dalam memastikan setiap anak tumbuh optimal, aman, dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, serta dampak negatif perkembangan teknologi.

Peserta pelatihan adalah para orang tua yang memiliki anak usia 0–18 tahun (data Renja RT). Rentang usia tersebut merupakan fase krusial yang menentukan kualitas perkembangan anak dalam jangka panjang.

Narasumber yang dihadirnya antara lain, Arief Polpen, anggota Polres Magelang Kota sekaligus figur edukatif di ruang digital, serta Mufida Nastiti dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), yang aktif dalam penguatan literasi digital dan peningkatan kemampuan berpikir kritis masyarakat.

Pelatihan parenting ini direncanakan dilaksanakan dalam 18 batch, termasuk satu batch khusus bagi orang tua dengan anak disabilitas, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Magelang. (wq)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)