Kegiatan Pembinaan Parpol dan Ormas Tahun 2026 Digelar di Pendopo Pengabdian

Foto: Humas Prokompim Kota Magelang

Pembinaan Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tahun 2026 di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Kamis (16/4/2026). Foto: Humas Prokompim Kota Magelang

KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) — Pemerintah Kota Magelang menggelar kegiatan Pembinaan Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tahun 2026 di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 180 peserta dari unsur parpol dan ormas se-Kota Magelang.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Magelang, Agus Satiyo Haryadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan parpol dan ormas dengan tema “Transparansi dan Akuntabilitas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah”.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran parpol dan ormas dalam menjaga kondusivitas daerah, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi antara pemerintah dengan parpol dan ormas, sekaligus mempererat silaturahmi serta menjaga persatuan dan kesatuan di Kota Magelang.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan parpol dan ormas merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

“Dalam menjalankan pembangunan di Kota Magelang, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif,” katanya.

Disampaikan, peran parpol dan ormas di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, termasuk dalam menghadapi arus informasi yang cepat dan potensi disinformasi.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Transparansi berarti keterbukaan, masyarakat berhak tahu apa yang sedang dan akan kita kerjakan. Sedangkan akuntabilitas berarti setiap kebijakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administrasi maupun manfaatnya bagi masyarakat,” jelasnya.

Damar juga menyebut, peran parpol dan ormas tidak hanya sebagai penyalur aspirasi, tetapi juga sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat, serta sebagai kontrol sosial yang konstruktif.

“Parpol dan ormas harus mampu memberikan edukasi politik yang sehat, menjaga kondusivitas masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan pembinaan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi forum komunikasi yang produktif dan mampu melahirkan solusi nyata bagi masyarakat. (wq)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)