Warga Kota Magelang Dari Berbagai Elemen Ikut Aksi Bersih Serentak HPSN 2026

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, memantau langsung jalannya kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, di beberapa titik stratetis termasuk kawasan perkantoran di Jl. Veteran, Jl. Pahlawan, dan titik strategis lainnya. Selasa (24/2/2026) pagi. Foto: Humas Prokompim Kota Magelang
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Masyarakat Kota Magelang dari berbagai elemen melakukan aksi nyata gerakan bersih-bersih serentak dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
TNI, Polri, pegawai perkantoran, pelajar, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum turun ke jalan untuk membersihkan lingkungan masing-masing, Selasa (24/2/2026) pagi.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi di sejumlah titik, seperti area perkantoran, sekolah, dan pemukiman warga, sejak pukul 07.00 WIB.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, memantau langsung jalannya kegiatan di beberapa titik stratetis termasuk kawasan perkantoran di Jl. Veteran, Jl. Pahlawan, dan titik strategis lainnya.
Ia didampingi Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, Pj Sekda Kota Magelang Larsita dan jajaran OPD terkait.
Aksi bersama berbagai elemen ini selain menyapu, membersihkan sampah, dan merapikan taman, juga melepas spanduk yang tidak sesuai tempatnya.
Damar mengapresiasi kolaborasi masif yang ditunjukkan seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk bergerak bersama.
“Hari ini kita bersama memantau gerakan Indonesia ASRI, gerakan bersih-bersih berjalan lancar. Ini sudah sering kita lakukan, secara periodik. Harapannya masyarakat berperan aktif dalam gerakan ini,” ujar Damar, di sela-sela pemantauan.
Gerakan serentak ini bukan sekadar seremoni tahunan, kata Damar, melainkan komitmen jangka panjang agar Kota Magelang menjadi “rumah” yang indah, rapi, dan sehat.
Selain itu, untuk mendukung program strategis nasional: Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden RI belum lama ini.
Lebih lanjut, Damar menyebut, kolaborasi ini adalah kunci utama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan gaya hidup minim sampah dari masyarakat.
“Mari bareng-bareng ciptakan lingkungan yang ASRI,” tambahnya.
Sebagai informasi, kegiatan HPSN berlangsung serentak di 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan dipantau oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi.
Gerakan ini diharapkan mampu menekan volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) serta meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui bank-bank sampah yang tersebar di tingkat masyarakat. (wq)
