Wali Kota Magelang Dorong Peningkatan Literasi Kebencanaan Masyarakat

Foto: Humas Prokompim Kota Magelang

Kunker anggota DPR RI Komisi VIII, Wibowo Prasetyo, di Kantor BPBD Kota Magelang, Kamis (5/3/2026). Foto: Humas Prokompim Kota Magelang

KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) — Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyatakan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, salah satunya melalui peningkatan literasi kebencanaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Damar saat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VIII, Wibowo Prasetyo, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang, Kamis (5/3/2026).

Meskipun luas wilayah Kota Magelang relatif terbatas, posisinya sebagai pusat aglomerasi membuat daerah ini tetap harus siap menghadapi dampak bencana, termasuk yang terjadi di wilayah sekitar.

Satu langkah strategis yang dilakukannya adalah mendorong program literasi kebencanaan kepada masyarakat. Ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap potensi risiko bencana sejak dari lingkungan keluarga.

“Kita kenalkan konsep mitigasi bencana, yakni upaya mengurangi risiko sebelum bencana terjadi,” kata Damar, didampingi Plt Kalak BPBD Kota Magelang, Candra Adi Wijatmiko.

Menurutnya, pemahaman dasar masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar sangat penting, mulai dari potensi kebakaran akibat instalasi listrik di rumah, pengelolaan drainase yang dapat memicu genangan atau banjir, hingga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan petir.

“Masyarakat harus memahami dulu kondisi di rumahnya sendiri. Misalnya instalasi kabel listrik yang bisa memicu kebakaran, drainase yang tersumbat sampah hingga menyebabkan genangan, atau kapan harus menghindari aktivitas di luar saat cuaca ekstrem,” jelasnya.

Damar menilai peningkatan literasi kebencanaan menjadi pilihan strategis agar masyarakat memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

Data menunjukkan Pemerintah Kota Magelang menunjukkan, dalam dua bulan terakhir tercatat sebanyak 32 kejadian bencana di wilayah tersebut. Peristiwa itu terdiri dari berbagai kejadian dengan skala kecil hingga sedang.

“Artinya intensitas kebencanaan itu memang ada di tengah kita,” katanya.

Karena itu, Damar menegaskan bahwa upaya edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai unsur dalam pendekatan kolaboratif, termasuk dengan media massa.

Adapun dalam kunjungan kerja anggota DPR RI, Damar menyebut itu sebagai perhatian bagi Kota Magelang dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, meskipun wilayahnya tergolong kecil.

“Kami merasa terhormat Kota Magelang mendapat perhatian dari DPR RI Komisi VIII yang sudah berkunjung,” kata Damar.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo menilai kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi hal penting di tengah kondisi cuaca ekstrem yang saat ini terjadi di berbagai wilayah.

“Situasi ini sangat kontekstual karena kita sedang menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem. Anomali cuaca terjadi di mana-mana, hujan bisa turun setiap saat dan sulit diprediksi. Ini membuat kita harus benar-benar siap siaga dan memiliki mitigasi terkait kebencanaan,” ujarnya.

Menurut Wibowo, Kota Magelang telah memiliki kesiapan yang cukup baik dalam menghadapi potensi bencana. Wilayah ini telah memiliki kajian risiko kebencanaan yang mencakup berbagai potensi, seperti tanah longsor, banjir, hingga potensi kebakaran di kawasan permukiman padat.

“Banjir di kota mungkin bukan seperti banjir besar yang kita kenal, tetapi genangan-genangan yang bisa memunculkan berbagai masalah. Apalagi kota identik dengan kepadatan penduduk yang juga meningkatkan potensi kebakaran,” jelasnya.

Kata Wibowo, kajian risiko tersebut memberi keyakinan bahwa Kota Magelang memiliki mitigasi yang kuat terkait potensi kebencanaan.

Wibowo menambahkan, keterlibatan media massa juga penting dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi warga dari risiko bencana. (wq)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)