Teknologi GASMOD Siap Jadi Solusi Pengolahan Sampah di Kota Magelang

KENALKAN GASMOD : UNTIDAR mengenalkan sekaligus mensosialisasikan teknologi GASMOD sebagai solusi pengolahan sampah (Dok Humas UNTIDAR)
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – GASMOD (Gasifikasi On-Demand) resmi diluncurkan pada Kamis (5/3/2026) di TPS3R Rusunawa, Kelurahan Potrobangsan. GASMOD adalah teknologi gasifikasi yang dikembangkan bertujuan mengubah sampah organik kering menjadi energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Ini sebagai solusi untuk merubah sampah menjadi energi. Sampah yang digunakan berasal dari daun dan ranting yang sebelumnya dibuang ke TPA, sekarang bisa diolah di TPS3R menjadi gas yang kemudian dimanfaatkan sebagai energi,” kata Dr. Arif Rahman Saleh, penggagas ide GASMOD.
Dosen Prodi S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Tidar ini juga memaparkan energi yang dihasilkan dari proses gasifikasi, dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti memasak maupun menghasilkan listrik.
“Energi yang dihasilkan dari proses ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak atau menghasilkan listrik. Untuk tahap awal, listrik dari pengolahan sampah ini akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan energi di TPS3R,” terangnya.
Arif menjelaskan, proses pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pengeringan daun, pencacahan, hingga proses konversi termokimia di dalam reaktor.
Ia juga menyebut bahwa teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif bagi masyarakat.
“Dengan teknologi gasifikasi ini, sampah yang selama ini menjadi masalah bisa menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, baik untuk mengurangi jumlah sampah maupun sebagai alternatif sumber energi bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, terwujudnya GASMOD tidak terlepas dari dukungan Untidar, PFsains Pertamina Foundation dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang .
Kepala Bidang Pertambangan DLH Kota Magelang, Widodo, menyampaikan bahwa inovasi teknologi pengolahan sampah seperti GASMOD menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah kering berupa daun dan ranting yang selama ini banyak dihasilkan dari aktivitas perkotaan.
“Pada sore hari ini kami ingin memperkenalkan sebuah teknologi yang dikembangkan bersama, antara DLH dan Untidar dalam upaya menyelesaikan persoalan sampah. Teknologi ini mengolah sampah kering seperti daun dan ranting menjadi gas yang insyaallah jauh lebih bermanfaat, misalnya untuk penerangan atau kebutuhan energi lainnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam pengelolaan sampah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini menjadi sebuah awal yang baik dan semoga nanti terus berkembang, sehingga teknologi ini benar-benar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Yang tadinya sampah hanya dibuang atau dibakar, ternyata dengan teknologi ini bisa diubah menjadi gas,” bebernya.
Salah satu warga RW 4 Potrobangsan, Maryanto, menyampaikan dukungan terhadap inovasi yang dikembangkan Untidar dan para mitra. Menurutnya, persoalan sampah memang menjadi perhatian bersama warga, sehingga kehadiran teknologi pengolahan sampah diharapkan dapat menjadi solusi nyata.
“Kami dari masyarakat sangat mendukung adanya teknologi atau jalan keluar untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Magelang. Mudah-mudahan program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Launching GASMOD ini merupakan implementasi lanjutan dari seminar nasional terkait pengelolaan sampah organik untuk mendukung ekonomi sirkular yang sebelumnya diselenggarakan di Auditorium Rektorat Kampus Sidotopo, Jumat (28/2/2026) lalu.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan RT/RW, pengurus TPS3R, perwakilan Rusunawa, serta warga setempat.
Melalui kegiatan ini, UNTIDAR berharap inovasi teknologi GASMOD dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis teknologi yang aplikatif di masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sektor industri, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat guna menghadirkan solusi berkelanjutan bagi persoalan persampahan di Kota Magelang (had/aha)
