Pemkot Magelang Salurkan Bantuan Rp260 Juta untuk Korban Banjir di Tapanuli Tengah dan Aceh Tamiang

Pertemuan daring di ruang sidang lantai 2 Kantor Sekretariat Daerah Kota Magelang, Jumat (20/2/2026). Foto: Humas Prokompim Kota Magelang
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Pemerintah Kota Magelang menyalurkan bantuan kemanusiaan bertajuk Peduli Sumatera kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Magelang Damar Prasetyono melalui pertemuan daring di ruang sidang lantai 2 Kantor Sekretariat Daerah Kota Magelang, Jumat (20/2/2026).
Turut mendampingi Wakil Wali Kota Magelang, dr Sri Harso, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Magelang Larsita, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Nilai bantuan Peduli Sumatera yang diserahkan masing-masing sebesar Rp130.000.000 untuk Kabupaten Tapanuli Tengah dan Rp130.000.000 untuk Kabupaten Aceh Tamiang.
Damar menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang melanda dua daerah tersebut.
“Kami ikut prihatin atas terjadinya bencana di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah. Bantuan tidak seberapa, tetapi ini wujud kepedulian dan kemanusiaan kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari masyarakat Kota Magelang, aparatur sipil negara (ASN), dunia usaha, komunitas, serta berbagai elemen lainnya.
“Walaupun jarak jauh, kami ikut merasakan apa yang dirasakan saudara-saudara di sana,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, Binsar Tua Hamonangan, mengapresiasi inisiatif Pemkot Magelang tersebut.
“Kami mengapresiasi inisiatif Pemkot Magelang untuk membantu kami. Kami berharap kami segera bangkit dan pulih lebih kuat,” katanya.
Ia menjelaskan, pascabencana pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat pada 1–31 Desember 2025, kemudian memasuki masa transisi pemulihan. Namun, bencana kembali terjadi dan merusak sejumlah infrastruktur yang telah dibenahi.
“Normalisasi sungai dan pembuatan tanggul dari sedimen yang sudah kami kerjakan, habis kembali akibat banjir susulan,” ungkapnya.
Berdasarkan koordinasi antara pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya, saat ini status penanganan berada pada tahap transisi pemulihan.
Bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, BNPB, dan lembaga lainnya digunakan antara lain untuk santunan korban meninggal dunia dan cacat, serta perbaikan rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
Pemkab Tapanuli Tengah menargetkan warga yang masih berada di pengungsian dapat berpindah ke hunian sementara atau ke rumah keluarga paling lambat pertengahan Ramadan, sehingga tidak ada lagi warga yang tinggal di pengungsian.
“Sekali lagi terima kasih atas kepedulian masyarakat dan Pemkot Magelang, karena kami pun tak mampu. Kami masih terus berjuang untuk pulih,” tambah Binsar.
Senada, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang, Muslizar, menyampaikan bahwa kondisi di wilayahnya belum sepenuhnya pulih.
“Kondisi saat ini masih belum sepenuhnya pulih. Kami terus berupaya menyikapi dan menangani kehidupan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas bantuan masyarakat Kota Magelang. Harapannya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir sekaligus memperkuat solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. (wq)
