Inspektorat Gandeng PWI Kota Magelang, Kampanyekan Rawat Integritas Lewat Lomba Video dan Penulisan Jurnalistik

KAMPANYEKAN INTEGRITAS : Inspektorat Daerah Kota Magelang mengkampanyekan integritas kepada masyarakat, terutama pelajar (Dok Inspektorat Kota Magelang)
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) – Inspektorat Daerah Kota Magelang menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membuka lomba video media sosial dan penulisan jurnalistik untuk enam kategori, dalam rangka memeriahkan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Total hadiah yang diperebutkan mencapai belasan juta rupiah.
Inspektur Daerah Kota Magelang, Larsita menjelaskan alasan lomba tersebut sebagai wahana kampanye antikorupsi. Bedanya, lomba tahun ini digelar lebih komunikatif guna merangkul generasi digital.
“Kami merasa perlu menggandeng PWI Kota Magelang yang selama ini sebagai mitra kami untuk terus menggaungkan aksi-aksi antikorupsi secara komprehensif,” kata Larsita, kemarin.
Larsita yang kini dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang itu mengungkapkan, lomba tahun ini diarahkan sebagai gerakan literasi integritas yang lebih progresif.
Sebab, kata dia, pencegahan gratifikasi memerlukan ruang komunikasi yang relevan dengan publik, termasuk melalui konten kreatif dan jurnalisme yang berkeadaban.
“Pesan Magelang Berintegritas Tanpa Gratifikasi perlu digaungkan melalui media yang akrab dengan masyarakat. Lebih dari seremoni, lomba ini diharapkan menjadi ajakan kolektif untuk merawat nilai-nilai integritas,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi Inspektorat dan PWI sudah terjalin sedemikian harmonis. Terlebih, kegiatan lomba dirasa ideal sebagai strategi afirmasi positif mitigasi perilaku korupsi ketimbang menjabarkan larangan dan hukuman.
“Saya kira masyarakat sudah paham, apa yang tidak boleh, apa yang dilarang, dan apa hukumannya. Karena itu, cara-cara sosialisasi yang inovatif semacam ini yang kami rasa perlu digaungkan,” kata Larsita.
Sinergi dengan PWI Kota Magelang diharapkan menjadi jembatan edukasi publik. Melalui karya reportase, peserta diarahkan menggambarkan praktik integritas di lingkungan pelayanan publik, potret ASN berkomitmen antigratifikasi, hingga inisiatif pencegahan korupsi yang tumbuh dari masyarakat.
“Di sisi lain, peran media massa juga sangat krusial. Karenanya, aksi jurnalisme yang objektif dan naratif akan memperkuat ekosistem pemerintahan bersih,” tambah Larsita.
Inspektur Pembantu Pengawasan Reformasi Birokrasi, Inspektorat Daerah Kota Magelang, Eny Kusumadewi menuturkan, lomba ini menjadi upaya menghidupkan partisipasi warga dan ASN lewat kreativitas digital.
Setidaknya, ada dua kategori lomba Harkordia 2025, antara lain Lomba Penulisan Jurnalistik dan Lomba Konten Media Sosial. Khusus lomba videografi konten media sosial, terdapat tiga kategori peserta meliputi ASN/pegawai BUMN dan BUMD, kategori pelajar/mahasiswa, dan kategori umum.
“Sedangkan lomba penulisan jurnalistik dikhususkan bagi ASN/pegawai pemerintah dan mahasiswa/pelajar,” kata Eny.
Seluruh lokasi pengambilan objek, lanjut Eny, harus berada di wilayah Kota Magelang. Lalu untuk kategori video, panjang durasi 30-90 detik dalam bentuk rasio vertikal.
“Batas waktu pengiriman 22 November dan penyerahan hadiah akan digelar bersamaan dengan lomba-lomba antikorupsi sebelumnya pada puncak peringatan Hakordia tingkat Kota Magelang pada 2 Desember 2025 mendatang,” imbuhnya.
Selain berhak atas hadiah berupa uang pembinaan, karya peserta pemenang lomba juga berpeluang ditayangkan di kanal resmi Pemkot Magelang (had/aha)
