Ziarah Wali Kota Terdahulu Sebagai Momen Refleksi di Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang

Ziarah ke makam para wali kota terdahulu sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang, Selasa (14/4/2026). Foto: Humas Prokompim Kota Magelang
KOTA MAGELANG (wartamagelang.com) — Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, beserta jajarannya, melakukan ziarah ke makam para wali kota terdahulu sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang, Selasa (14/4/2026).
Makam yang dikunjungi, antara lain makam Wibowo Hellie (Wali Kota Magelang periode 1956–1958) dan Argo Ismoyo (periode 1958–1966) di Kriyan, RT 4 RW 5, Potrobangsan, Kota Magelang.
Kemudian, ke makam Fahrianto (Wali Kota Magelang periode 2000–2010) di Desa Semirejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, serta makam Rudy Sukarno (periode 1989–1994) dan Moch Subroto (periode 1966–1979) yang berada di wilayah Sleman dan Klaten.
Sementara itu, makam R. Mukahar Ronohadiwidjoyo (periode 1948–1956) di Pekalongan.
Di sela-sela kegiatan, Damar mengatakan kegiatan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun Kota Magelang.
“Kegiatan ini adalah bagian dari penghormatan kami kepada leluhur dan para pahlawan Kota Magelang yang pernah memimpin. Ini juga bentuk apresiasi kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Disampaikan Damar, menjaga ingatan terhadap sejarah adalah fondasi dan kekuatan dalam pembangunan Kota Magelang ke depan.
Menurutnya, para pemimpin terdahulu telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan panjang Kota Magelang, termasuk dalam meletakkan dasar kepemimpinan modern.
“Beliau-beliau adalah tokoh yang mewarnai perjalanan Kota Magelang dan mendirikan tonggak kepemimpinan modern. Banyak hal yang menginspirasi kami, seperti kesederhanaan dan fokus terhadap masyarakat,” ucapnya.
Damar optimistis dan berkomitmen untuk meneruskan amanah dari para pendahulu dengan sebaik-baiknya, dengan cita-cita menjadikan Kota Magelang maju, masyarakatnya guyub rukun, peduli, dan sejahtera.
Sementara itu, Denis, cicit dari Argo Ismoyo, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Magelang yang telah berziarah ke makam leluhurnya.
Ia mengaku kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen untuk melepas kerinduan kepada sosok Argo Ismoyo, meski belum pernah bertemu secara langsung.
“Kami mengobati rasa kangen dengan opa buyut, walaupun belum pernah berjumpa. Namun, pesan-pesan tentang beliau sebagai sosok yang baik, rendah hati, tegas, jujur, dan sederhana terus diwariskan hingga kini,” ujarnya.
Denis berharap nilai-nilai kepemimpinan tersebut dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah saat ini.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan sekarang dapat mewarisi legasi yang sama, yaitu amanah, jujur, sederhana, dan mengedepankan kepentingan rakyat,” katanya. (wq)
